Mahalnya sebuah kejujuran….

Kejujuran pernah dianggap sebagai sebuah prestasi, kini semua orang berlomba-lomba untuk tidak jujur. Adakah masih tersisa kejujuran?

“Nak, ini hadiah yang dulu ayah pernah terima, jam tangan. Peganglah Nak…” pinta seorang ayah sambil memberikan jam tangan kebanggaannya.

“Apa istimewanya jam ini Ayah?”

“Jam tangan ini Jam Tangan Kejujuran. “Satu-satunya penghargaan dari manusia” atas kejujuran ayah. Jam ini ayah dapat sebab ayah tidak pernah terlibat satu skandal pun di kantor selama 15 tahun. Yang dapat ini bukan ayah saja. Tapi banyak juga kawan yang lain.”

Sang ayah menerawang ke beberapa tahun yang silam. “Nak, dulu, kejujuran dianggap sebuah prestasi. Ayah, dan kawan-kawan ayah senantiasa berusaha menjaga kejujuran. Ada, atau tidak ada penghargaan. Kini, engkau saksikan semua orang berlomba-lomba untuk tidak jujur. Ayah tidak ingin engkau ikut-ikutan perlombaan sesat tersebut.”

Ada pameo yang mengatakan, mudah mencari orang pinter, tapi susah mencari orang yang jujur, yang bener.

Sebuah tulisan yang saya kutip dari website Ustad Yusuf Mansur. Teringat Ayah saya yang bekerja 32 Tahun setelah pensiun hanya menyisakan Sakit Diabetes, Sebuah Mobil tua dan Sebuah Rumah yang saat itu belum juga lunas. Namun satu hal yang saya ingat dari beliau, bahwa beliau meninggalkan Perusahaannya dengan kepala tegak, tidak menyisakan omongan negatif.

Satu hal itu pula yang membuat saya sangat membenci para Birokrat yang korup, mereka hidup sangat berlebihan, sementara banyak yang bekerja jujur dan hanya mengandalkan gaji, harus hidup pontang panting ditengah makin mahal, makin konsumtif dan makin korupnya manusia di Indonesia.

Negeri ini sungguh kaya, meskipun di rampok habis-habisan tetap saja kaya, dan tidak pernah habis sumber daya alamnya. Seolah dengan kenyataan tersebut siapapun yang serakah dan memiliki jiwa korup dan kotor bisa hidup nyaman di sini.

Pejabat negara nya bermewah-mewah, pamer kekayaan, seolah meledek orang-orang yang hidup susah yang jumlahnya banyak sekali diluar sana. Rasanya Hukuman Mati pantas bagi para koruptor, bahkan SANGAT PANTAS!, karena saya yakin Puluhan Juta pembayar Pajak di negeri ini akan jantungan kalau melihat uang Pajak yang mereka bayarkan tiap tahun dipakai untuk memberi makan para koruptor,penjahat, pembunuh, pemerkosa di Bui, enak sekali hidup mereka. Ditambah lagi para pejabat yang harusnya lebih pandai menurut kebanyakan rakyat, hanya bisa menyelesaikan masalah dengan jalan pintas… Negara defisit, naikkan saja Pajak, naikkan harga Listrik, PAM, Bea Impor dll. Itu sih anak SD juga tahu caranya.

Sebenarnya banyak juga selain pejabat negara ini yang berlagak hedonis, lihat saja kebanyakan Artis kita ditambah Infotainment yang menyajikan berita itu-itu saja, si Artis A punya rumah mewah, mobil miyaran rupiah, pergi ke luar negeri, berpuluh-puluh kali Umroh, berkali-kali naik Haji. Atau Si Artis B yang bangga dengan perselingkuhan, bangga di hadiahi mobil, perhiasan dll dari pengusaha-pengusaha kaya.

Para pengusaha juga berlomba-lomba meraih keuntungan, menaikkan harga barang, jasa dengan alasan listrik naik, Dollar menguat,alasan Perusahaan rugi sehingga bonus Tahun ini diperkecil atau bahkan tidak ada. Kenaikan gaji 10% sudah dianggap “membahagiakan” karyawan, padahal ongkos hidup makin tinggi. Pemilik perusahaan makin hepi, Rumahnya nambah,Cabang usahanya bertambah banyak,  mobilnya nambah, anaknya bisa sekolah ke luar negeri, istri simpanannya nambah, bisa bayar artis supaya bisa tidur bareng (ooopss!!). Tapi alasan yang dipakai ke karyawannya : “Maaf, perusahaan Rugi, Profitnya nggak cukup buat naikin gaji ama kasih bonus”… Siapa suruh jadi karyawan???.

Saya juga melihat Anak bangsa ini berjalan sendiri-sendiri, cari aman sendiri, yang penting “saya” bisa makan, bisa dapat uang,anak bisa sekolah. Maka itu lihatlah jalanan Ibukota Jakarta, makin banyak pengguna jalan yang ber mental seperti ini, mentang-mentang bisa beli mobil (biarpun nyicil) atau pakai mobil ( meskipun mobil pinjaman ) seenaknya saja pakai jalan, zig zag kiri kanan, petantang petenteng pake kacamata hitam di mobil lalu nyerobot antrean (mereka ini sebelumnya pakai motor yang bisa selap selip). Pengendara motor juga sama, tabrak sana sini, serempet mobil orang lalu kabur…( para pengecut yang selalu merasa benar ).

Negeri ini butuh pemimpin yang Tegas, Jujur, Amanah dan tidak korupsi (apa masih ada?).

Kejujuran itu mahal, maka itu jarang yang memilikinya. Lihat saja mobil Ferrari, lamborghini. Harganya mahal dan orang yang mampu memilikinya memiliki kebanggaan tersendiri. begitupun orang Jujur, mereka harusnya bangga dengan sikapnya.

Saya bukan orang yang Jujur tapi…. saya bangga memiliki seorang AYAH yang JUJUR…

For my father…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s