Impor Barang, antara Resmi atau Door to Door

Sebenarnya kalau kita Impor barang, cuma ada 2 cara antara Resmi yang artinya kita bayar pajak resmi atau door to door service.
pengalaman saya Impor resmi sih sebenarnya lebih cepat, tapi jujur saja saya pernah Impor barang resmi menggUnakan jasa Forwarder  namun saya amat kecewa dengan pelayanan forwarder tersebut ataupun Bea Cukai kita.

Bayangkan saja, harga barang cuma 6 jutaan, saya kena Bea Masuk,pph,ppn sampai 8 jutaan. tambah kaget lagi HS code bisa berubah di BC, harga barang ditentukan juga sepihak oleh BC, maka itu kalau saya kirim barang secara resmi,hitungannya pun benar benar bikin was was, antara dilambungkan atau bisa nggak keluar tuh barang. Bayangkan, kita mau ber kontribusi buat negara saja harus begini.

Kalau lewat door to door, harganya pasti, nggak ada tambahan macam-macam, saran saya kalau barang diatas 40-50kg mending lewat Door to door saja deh, sakit hati kalo lewat resmi. Apalagi kalau forwarder nya ngeselin, service nya “poor. Kita masih harus mengejar-ngejar menanyakan status kiriman kita.

Saya memahami sekarang kenapa banyak orang (importir) mengirim barang ke Singapore, lalu ke Jakarta.

Tulisan ini pengalaman pribadi yang pernah mengirim barang dari Luar Negeri (cina) yang katanya ada ACFTA, tapi saya tetap ditagih bea masuk 10%. Untung saja saya masih punya profit jualan kalo nggak, bisa kapok jualan lagi.
mungkin maksudnya baik,supaya barang dalam negeri bisa berkembang, tapiiii… kadang kualitas barang lokal amburadul, fisiknya jelek, finishing kasar,mana bisa dijual kalo begitu…pilihannya ya Import, kemana? ya ke Cina lah. Harga murah, barang lumayan bagus, finishing bagus, apa lagi?. Mimpi kalo kita mau menyaingi mereka tapi urusan kualitas nggak diperbaiki, pemerintah berkoar koar “pakai produk dalam negeri”, tapi soal kualitas,pemerintah masih geleng-geleng kepala nggak ngerti, tender pengadaan barang pun minimal harus Made in Japan,USA dll…

Urusan Bea Cukai juga sama, harga barang tiba-tiba ditentukan sepihak, barang kadang jadi delayed, nggak pasti kapan keluar, customer batalin pembelian mana mau tau mereka “bukan urusan kami” katanya. Padahal kita masukin barang resmi, bukan diselundupkan. Parah kan?

Niatnya baik,sistemnya baik, aturannya jelas, tapi menjadi tidak jelas ditangan oknum yang menginginkan segalanya menjadi rumit.

Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?

2 thoughts on “Impor Barang, antara Resmi atau Door to Door

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s