Ruko Dukuh Zamrud

GD38 (2)

Apa yang salah dari gambar diatas?
Sepintas tidak ada yang salah, itu kalau anda seorang pedagang Kaki Lima. Iyalah mana ada pedagang kaki lima yang mengaku salah, apalagi kalau alasannya selalu perut dan perut. Tapi jika anda seorang pemilik Ruko, membeli ruko dengan uang hasil kerja, sebagian mencicil, yang tentu saja harganya diatas 200 jutaan…Infonya harga Ruko di lokasi dalam foto mencapai 450 jutaan per unit.tentu saja pemandangan di foto diatas menjadi Mimpi Buruk. Bayangkan saja, untuk mencapai Ruko milik sendiri saja butuh tenaga ekstra, bukan hanya harus melintasi jalanan yang sebenarnya lebar tapi tertutup oleh barisan Pedagang Kaki Lima yang secara jumlah menjadi mayoritas, lalu kita juga harus melewati pengendara sepeda motor yang lagi-lagi mayoritas dan mereka memarkirkan kendaraannya sembarangan, asal ada tempat kosong, sikat bleh! Tanah Tuhan kok.

Setiap hari minggu, saya ingin bersantai di Ruko saya pada sore hari, pernah seseorang pernah ingin membeli ruko saya karena dia lihat ruko saya kosong melompong tidak digunakan, saya jawab saja “Saya nggak jual, memang sengaja saya iseng kok beli, buat nongkrong”. Namun setiap Sabtu dan Minggu juga saya merasa was-was, karena tiap mulai jam 4 sore saya harus “diusir” dari parkiran saya sendiri oleh para pedagang Kaki Lima. Mereka bilang sudah bayar “sewa tempat” yang kabarnya 10ribu per hari termasuk uang kebersihan. Bukan masalah uangnya, tapi yang namanya kebersihan nggak pernah ada, yang ada selesai pedagang berjualan, sampah berserakan. Sampai disini hak saya sebagai pembeli dan pemilik Ruko yang sah seolah-olah dirampas oleh orang-orang yang mengaku memiliki hak untuk mengelola parkiran di kompleks ruko tersebut. Enak juga hidup di negeri ini, asal ada tanah kosong, tempati saja, lalu kalau mau digusur, atau diusir, minta kompensasi dan ganti rugi, gila mereka semua. Dan ini harus dihentikan,

Bangsa ini sudah dibodohi dan di goblokin sama orang-orang macam ini. Gimana nggak bodoh, jelas-jelas bukan jalan umum tapi malah di kapling-kapling buat jualan Kaki Lima.lucunya bangsa ini, orang yang jelas salah malah lebih lantang berteriak seolah olah mereka paling benar.

Suatu waktu saya ingin menyebarkan tulisan ini kepada calon pemilik ruko atau para pemilik ruko yang sudah ada, betapa tidak nyamannya memiliki ruko disini, namun niat itu saya urungkan, karena seperti biasa, saya masih memiliki rasa toleransi. Lagipula saya punya keahlian untuk melakukan Propaganda, itu lho menyebarkan berita-berita sensasional, membusukkan lawan dan meninggikan kualitas diri sendiri, itu mudah buat saya, hanya saja saya setengah mati nggak mau menggunakan cara itu.

Sebenarnya permintaan saya sih gampang saja kok, jalan masuk tidak boleh terhalang, baik oleh pedagang maupun yang parkir, lalu lahan parkir saya tidak diserobot orang lain yang nggak berhak, itu saja kok. Tapi lihat foto diatas, dari mana saya bisa masuk dan dimana saya bisa parkir mobil. Untuk memotret foto diatas saja saya harus parkir di halaman ruko orang lain yang juga bukan hak saya sebenarnya. Foto itu diambil tepat di depan ruko saya, seperti yang terlihat, sudah ada orang yang jualan pakai tenda + gerobak disana, padahal saya nggak pernah diajak berunding atau diajak bicara soal penggunaan tempat tersebut.
Mau tau lokasinya? Silakan anda main-main ke Ruko Dukuh Zamrud Permata Legenda Bekasi, Sabtu sore atau Minggu sore. O iya ini juga sebagai complain, saya mau tembuskan ke Lembaga Konsumen dan tentu saja PT Mitra Bening Lestari sebagai developer Ruko tersebut. Kalau tidak ada tanggapan ya sudah, saya akan ajak pemilik ruko lain untuk menuntut haknya, karena toh kita sudah lakukan kewajiban kita, beli ruko, bukan sewa lapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s