Proton Exora after 22ribu km

IMG_00003459

Sampai bulan November 2013 ini sudah 19 bulan sejak mobil ini saya terparkir di Garasi Rumah saya. Dan total sudah 22 ribu km saya habiskan. Saya ingin sedikit me review kesan selama hampir 2 tahun saya pakai PROTON EXORA.

Eksterior

Eksterior meliputi Cat, Pelat Bodi, aksesoris yang menempel, bagian yang sudah saya ganti hanyalah bohlam lampu mundur yang putus sekitar bulan Juli 2013, saya ganti dengan tipe LED hanya saja setelah dipakai tidak terlalu mampu menerangi bagian belakang mobil. Saya sebenarnya lebih cenderung memilih bohlam biasa saja. Namun dilihat dari besaran daya yang sampai 16Watt per bohlam, saya lebih memilih LED saja yang jauh lebih kecil
Sempat mengalami tabrakan dengan mobil lain di Rawamangun, yang membuat lampu headlamp kanan hancur, saya akhirnya memperbaikinya di Bengkel langganan Body Repair dekat rumah, yang membuat saya terkejut adalah, saya berpikir bakal banyak belanja parts namun setelah diperiksa hanya headlamp saja yang pecah/hancur. Sesaat setelah kejadian saya menelepon Ibu Iroh di Proton Spare Parts Pondok Ungu, beliau langsung mengarahkan saya ke Proton Kalimalang (yang saat ini sudah almarhum bengkelnya pindah ke Depok!…What?!!!). Saya langsung menuju ke Proton Kalimalang dan Headlamp dengan harga Rp. 600,000.
Mobil sempat terhantam motor (jagoan jalanan) dua kali, namun hanya mengalami lecet pada cat (bisa diperbaiki sendiri) dan bagian fender kanan baret gara-gara istri saya menyerempet pagar rumah. Secara umum cat warna putih yang dipakai Exora masih dalam kondisi baik.
Ban Goodyear yang dipakai juga masih kondisi baik. Begitu juga dengan bagian lain.

Mesin

Setelah dipakai 22 ribu km, kondisi mesin masih relatif bagus, saya hanya mengganti Oil dengan CASTROL MAGNATEC 10W/40 sejak km.19ribuan. Busi masih oke, sekedar catatan, busi Proton NGK BPR6EF-11 di Exora ini saya anggap busi kualitas bagus, saya tidak perlu menggantinya dengan Busi Type lain seperti Iridium, harganya juga lumayan mahal per unitnya, sedangkan pemakaiannya saya yakin bisa diatas 100,000 kilometer dalam kondisi normal.

Saya sempat melakukan pembersihan ruang bakar, karena saat itu kondisi mesin ndut-ndutan, saya mengira ini karena ruang bakar yang kotor, saya melakukan pembersihan di SHOP n DRIVE, gejala tersebut sempat hilang namun muncul kembali. Akhirnya saya ganti BBM dengan Oktan 92 barulah gejala tersebut hilang.
Saya sempat membawanya ke Lampung bersama keluarga, di Jalan Tol Jakarta Merak yang kebetulan lengang, saya memacu mobil ini sampai kecepatan 160km/jam dan saya takjub karena tidak terasa gejala limbung saat saya zigzag melewati truk yang berjalan pelan atau tidak melayang, saya kira ini campur tangan dari LOTUS yang membuatnya seperti ini.
Permasalahan sekarang adalah, ada bunyi di Belt, saya belum sempat menggantinya karena lokasi bengkel yang lumayan jauh dari rumah. AC masih terasa dingin tidak ada masalah, kaki-kaki juga belum ada masalah yang berarti, hanya saja saya belum mampu menyelesaikan masalah getar pada setir saat dipacu pada 120km/jam namun diatas kecepatan itu setir kembali normal, beberapa kali membaca revirew di Internet hal itu menjadi penyakit Proton Exora. Saat saya masih menggunakan Velg Kaleng Standar hal itu juga terjadi, hingga saat ini ketika saya sudah mengganti velg dengan velg after market.
Konsumsi BBM, rata-rata masih di angka 10Km/liter. Boroskah? Relatif…dari mana anda memandangnya, kalau buat saya sih nggak boros, dengan mesin 1600cc, bobot mobil 1,4 ton, menggunakan BBM oktan 88 yang belum dilarang, dan pemakaian rata-rata rendah angka tersebut tidaklah boros. Untuk Luar kota saya mengukur bisa mencapai 14-15km/liter menggunakan BBM Oktan 88. Saya belum mencoba alat seperti Cold Air Intake, atau Modifikasi Header dan lain sebagainya karena saya masih sangat menyukai performa standar Pabrikan.

Love and Hate

Love after 22K
1.Konsumsi BBM tidak banyak berubah sejak pertama dibeli
2.Tidak ada masalah berarti di drivetrain maupun di kaki-kaki
3.AC Masih dingin, anak-anak saya masih nyaman berada di dalamnya

Hate after 22K
1.Mesin masih lemot, saya pikir setelah 10ribu, performa mesin akan lebih galak, namun masih seperti awalnya. Ini sudah karakter dan I enjoy it
2.Bengkel Resmi di Bekasi ditutup, padahal saya melihat populasi Pemakai Exora sudah mulai banyak di Bekasi.
3.Kopling masih keras.

Beberapa ciri khas Exora masih ada, seperti bunyi kipas yang menderu kencang, ini mirip bunyi BMW 520i saya dulu, apalagi kipasnnya ada 2 buah dan ukurannya juga besar.

Saya sempat melihat pameran Proton di Grand Metropolitan Mall Bekasi, dan saya terus terang falling in love dengan Proton Suprima S, namun apa daya, harganya mahal, mau ditukar di Proton Buy Back Guarantee, saya menghubungi Sales yang ada di lokasi eksibishi, namun saya terkejut 2 hari setelahnya mobil saya Cuma di hargai 100 juta. Saya sempat bertanya “ini dari Proton BBG atau dari penjual mobil bekas” dijawab : “Penjual Mobil Bekas pak”. Lho, saya jadi bingung, sebagai Sales Proton kan harusnya dia menawarkan dulu ke pemilik dengan harga BuyBack Resmi, bukan malah melemparnya lagi ke pedagang mobil bekas. Untuk hal ini Proton Edar Indonesia kalah jauh dari Merk lain, maksudnya baik supaya harga Proton bekas tidak jatuh, namun malah “dimakan” oleh staf nya sendiri menawarkan ke Pedagang mobil bekas. Akhirnya saya berpikir untuk langsung saja ke Proton untuk menanyakan harga mobil saya mau dihargai berapa, ujung-ujungnya saya disuruh pergi ke Proton BBG untuk dilihat kondisi mobil tersebut.
Kelemahan Proton adalah di Image saja, Sales nya juga saya anggap kurang agresif dan jarang yang memahami teknis mobil tersebut. Saya juga berani yakin tidak banyak dari mereka tahu kelebihan mesin CAMPRO CPS,CFE, apa itu BCM dan bagaimana fungsinya.
Sebenarnya saya menunggu tantangan dari Proton Edar Indonesia untuk menguji mobil ini di test track, dan yang menguji adalah orang awam, bukan dari media otomotif atau dari para pakar otomotif. Masukan dari end user sebenarnya lebih berharga daripada masukan dari orang yang tidak sehari-hari menggunakan mobil ini.
But I love this car.

Tested Cars :
KIA Picanto, Proton Exora,Chevrolet ZAFIRA,Daihatsu New Xenia, Toyota NewAvanza,Suzuki APV,Ford Fiesta,Daihatsu GranMax,Chery QQ,Cherry Tiggo
I loved to test another cars, its free,objective and honest

Iklan

16 thoughts on “Proton Exora after 22ribu km

  1. mas mo nanya, ketika awal beli exora, pake asuransi apaan ya? ada saran..
    saya baru beli exora, tapi tahun 2012. Sama juda dng pertimbangan harga.. yg 2012 diskonnya gede.. he..he.. Makasih

    1. Saya nggak pakai asuransi pak. Jadi nggak bisa kasih saran. Kalo terakhir saya beli GranMax pakai ACC TLO, itu juga saya press diskon maksimum 25%. Biasanya sales cuma kasih 10%, tp dari perusahaannya punya plafon sampai 25% dari premi 0,8-1%

  2. Mas..setelah pemakaian 22rb Km tersebut bagaimana dengan kualitas dashbordnya..krn sewaktu pameran sy sentuh trlalu plastik, meskipun pegang punya Veloz jg kyk plastik, hee maaf saya sehari2 pakai Yaris S n lagi pengen ganti MPV tapi yg harganya gak gila2an

    1. Sore pak Yudi
      Jarang saya temui dashboard Exora yg mulus setelah 1 tahun. Kelemahan exora saya rasa salah satunya kualitas dashboard yang rendah.
      Kalau anda tanpa anak.mungkin masih tertolong, tapi ya itu tadi pemakai mobil ini hampir pasti punya keluarga.

  3. mas, saya pake exora exct 2009.. kemaren pake panas2an n macet2an mogok.. tp selang 10 detik hidup lagi. dalam 3 jam kemacetan mogok sampe 8 kali.
    pernah gak bgtu??

    1. Ada beberapa penyebab pak, coba saya ulas satu per satu ya untuk pastinya bisa langsung ke Bengkel saja, kalo pengapian sih mau mobil lama atau mobil baru sama resikonya

      KOIL

      Ciri khas koil sudah wajib ganti.? “pertanda koil rusak salah satunya bila mesin panas atau setelah berjalan beberapa kilometer tiba-tiba api hilang” bila koil bermasalah jarang sekali apinya langsung hilang, kebanyakan busi masih memeletikkan api, tapi lompatannya kecil dan berwarna merah padahal yg bagus berwarna putih kebiru-biruan. Enggak heran kalau mesin susah hidup.

      CDI

      Ada dua ciri khas bila capasitor discharge ignition (CDI) wajib ganti “percikan api pada busi hilang sama sekali dan mbrebet diputaran tinggi”.

      Bila kasus pertama menimpa anda, mesin mobil nggak bisa dinyalakan, adaperangkat elektronik dalam CDI yg mati/putus, bisa kapasitor atau pulsernya. Bila diukur dengan multitester , tegangan kabel yg mrnuju koil hilang sama sekali.

      Berbeda bila putaran mesin tersendat diputaran atas, menurut tuner mesin. “koil masih mengeluarkan tegangan tinggi tetapi tak sanggup melayani frekwensi tinggi” jd lompatan apinya terputus-putus, begitu puntiran gas diturunkan mesin normal kembali.

      SPUL PENGAPIAN

      Spul alias kumparan pengapian menyediakan sumber tegangan bolak-balik (AC), komponen ini khusus untuk pengapian CDI AC. Fungsinya sama seperti aki Cuma bedanya tegangannya searah (DC). Spul putus atau terbakar tidak bisa memproduksi setrum ”makanya bila komponen ini troble mesin mati total” pertanda spul terbakar secara fisik nampak gosong.

      Berbeda pada CDI DC yg sumber tegangannya aki, bila aki rusak mesin masih bisa dihidupkan “asal sistem pengisian masih jalan, sebab suplai mesin digantikan oleh kiprok”, perlu diwaspadai bila aki tidak segera diganti sangat berbahaya terhadap CDI. Soalnya output kiprok tidak murni arus searah. Bila dideteksi dengan osciloscope masih terlihat adanya gelombang tegangan AC.

      PULSER

      Gejala pulser problem mirip dengan CDI. “bila belum parah mesin masih menyala tetapi endut-endutan”. Munculnya bisa diputaran bawah juga di rpm atas.
      Bila kumparan didalam pulser putus maka tidak keluar tegangan samasekali, sehingga listrik yg seharusnya dikirim ke SCR dalam CDI terputus, setrum dalam kapasitor tidak tersalur ke koil sehingga mesin mogok.

      BUSI

      Busi yg mendekati kematian cirinya saat di starter muncul letupan dimoncong knalpot, mesin juga sulit dihidupkan, tetapi bila isolator dalam busi putus maka mesin mati total. Meskipun koil memproduksi tegangan tinggi akan terhambat. Alhasil, elektroda busi tak ada letikan bunga api

  4. keren nih ulasannya….

    om Andry pakai manual?
    coba konsultasi dengan Pak Toto – kabeng PI atau sama Pak Hartono di TJD.
    kalau tidak salah untuk kompling berat bisa diakali dengan penambahan panjang gagang koplingnya (kalau tidak salah hanya tambah sedikit)

    Saya sekarang sudah hampir 34rb km om…. baru mau 2 tahun 😀

    overall saya puas dengan mobil ini, cuma tarikan bawahnya yang lemot yang masih aja ada ….
    berasa banget kalau pas dibawa naik (biasanya ke Bandung/Puncak), dibilang ngos-ngos-an, kecuali memang ingin menikmati pemandanngan 🙂

    rencana mau pasang seamless throtle, yang katanya bisa mendongkrak performa, terutama tarikan bawah, walau hanya dengan harga murah *125rb sudah include pasang*

    1. Halo pak Tommy
      Saya pernah mundur lagi waktu nanjak di Situ Patenggang, kebetulan waktu itu full 7 orang. Kalo ke Cipularang juga gitu mesti ngebut dari jauh baru bisa nanjak.
      Saya baru tau seamless throttle, boleh juga dicoba tuh..dimana pasang pak?

      1. alamatnya:
        Jl. Kavling 1 Blok D/26, Cipayung, Jakarta Timur
        ownernya: Gatot 082110802225

        Kalau untuk order seamless throtle-nya di pool ke om Joko Permedi – PEI Depok 087883481213

        Mau ikutan group WA-nya juga om?

      1. coba tanya om Tommy di email nya : tommy@griyasutera.com
        lebih expert tuh.
        kalo saya pakai 3 tahun ini sih karena jarang pemakaian nggak ada masalah berat sih.mungkin ban aja waktunya ganti karena banyak parkir. saya punya Ford Fiesta di rumah, sudah masuk tahun ke 6 kilometer masih 30ribu juga masalahnya cuma di Ban aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s