The Green Forest Resort

Mungkin tidak ada salahnya kali ini saya mencoba untuk menginap di kamar Cottage, begitu pikiran saya saat saya memilih The Green Forest Resort, kebetulan review tentang tempat ini juga rata-rata positif. Ditambah hobi saya untuk jalan-jalan dan mencari tempat makan yang enak sangat menggoda saya untuk menjelajah lagi wilayah Lembang, Bandung atau Cihideung khususnya.

Melewati Pasteur pada saat Idul Adha 2014 sangat menyenangkan, begitu keluar tol pasteur tidak ada kemacetan, saya langsung mendapat barisan pertama di lampu merah Pasteur. Begitu memasuki jalan Setiabudi pun saya tidak menemui kemacetan, bahkan saya bisa berjalan hanya 20kmh dalam arti sebenarnya sambil lihat kiri kanan.

Singgah sebentar di Resto Daun Pisang sebelah Borma Setiabudi, its Fun. Menu yang saya pesan mungkin standar saja karena memang saya tidak menyukai menu yang aneh-aneh atau macam-macam. Saya pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi Penginapan.

Dari terminal ledeng memang tidak terlalu jauh, patokan awalnya adalah kampung Gajah, begitu anda menemui Kampung Gajah di sebelah kiri, sekitar 200 meter anda akan sampai di Hotel ini, sayang jalanan menuju kesana agak hancur, saat itu saya melihat ada perbaikan jalan sekitar 50 meter, cukup? Rasanya belum, mungkin dalam 1-2 tahun seluruh jalanan di Sersan Bajuri ini akan bagus.

Proses Check in yang sederhana, Tempat parkir yang luas, dan hmmm, sebuah bangunan berbentuk segitiga yang menjadi landmark hotel ini tidak jauh dari Resepsionis, beberapa pasangan sedang mengabadikan lewat foto disana.

PhotoGrid_1412746541340jembatan goyang

IMG20141005142152 landmark segitiga

Kami pun memasuki cottage 107, yang posisinya diatas. Kami takjub juga dengan kondisi kamar yang menurut kami inilah kamar terbaik yang pernah kami huni selama jalan-jalan ke beberapa penginapan. Kondisi pintu kamar dalam keadaan baik, kuncinya menggunakan kartu elektronik. Lantai bersih tidak ada lapuk, kondisi langit-langit juga bersih, sempurna. Beranjak ke Teras, kami kembali excited, pemandangan kearah bukit dan suara pohon bambu yang bergoyang membuat kami pun betah berlama-lama di teras. Terasa mahal memang namun hal ini yang sangat sulit dijumpai di tempat tinggal kami. Sejenak kami melupakan penat dan panasnya Bekasi. pandangan ke bawah pun kami bisa melihat sungai dan sebuah jembatan goyang.

Saya pun berjalan mengitari kompleks penginapan, ada lapangan yang bisa dipakai untuk bermain sepakbola, kebetulan anak-anak saya sangat suka bermain sepakbola dan disetiap sudutnya tersedia bola sepak plastik.

Sayang, kolam renangnya belum siap, terlihat berwarna hijau gelap dan sedikit berbusa, saya menunggu saja siapa yang akan berenang duluan diantara penghuni hotel.

Restoran Kampung Awi

Saya pun mencoba menu makanan di Kampung Awi yang letaknya dalam kompleks hotel ini, menunya biasa saja dan saya pun memesan menu yang sesuai dengan lidah saya yaitu Tahu, tempe, dan Nasi Goreng.

Boleh dicoba Nasi Goreng Bajuri, nasinya dicampur dengan sambal terasi yang jarang ada, ditambah ayam bakar. Tahu Gorengnya dicampur juga dengan sambal terasi tapi agak pedas, sementara Tempe Bakarnya juga ditaburi sambal terasi yang berwarna agak gelap dan rasanya agak manis serta berasa kencur.

Sirloin Steak IMG20141007095114

Nah ini yang beda, anda boleh cicipi Steak Ala Green Forest, STEAK SIRLOIN disajikan pakai Kangkung dan Sambal Terasi… awalnya saya ragu dengan konsep ini, tapi malah ketagihan, saya pesan dua kali, dagingnya empuk, campuran sambal, kangkung, kentang gorengnya pas. tanpa saus mushroom atau barbeque yang lazim saya dapatkan di Jakarta, Sirloin Steak ala Penginapan ini oke banget.

Keesokan pagi kami meluncur ke Dusun Bamboe di Kolonel Masturi, kalau kondisi normal bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dari Penginapan. Saya penasaran dengan omongan saudara sepupu saya tentang tempat ini yang katanya bagus.

Sampai di Dusun Bamboe, saya parkirkan mobil di tempat parkir yang agak jauh, lalu berjalan menuju shelter angkutan yang disediakan untuk menuju lokasi. Beruntung hari itu tidak ramai, tiket masuk Rp. 10,000/orang + Mobil Rp. 15,000. Saya tadinya ingin mencoba Lutung Kasarung, itu lho tempat makan yang letaknya diatas pohon, namun sayang sekali, saat itu sedang dalam perbaikan, pemasangan jaring agar tidak menggangu pepohonan yang ada, kekecewaan pun muncul. Saya pun tidak berminat untuk menjelajahi tempat ini lebih jauh, kenapa? Konsep yang itu-itu saja, nggak ada yang baru, anda tidak akan melihat sesuatu yang benar-benar baru disini, hanya menawarkan pemandangan biasa, yang mungkin bagi orang-orang Jakarta akan terasa menyenangkan, namun buat saya terlalu biasa, nothing special. Sama seperti Kampung Gajah yang ber konsep mirip yang tujuannya hanya menguras kantong saja. Dan anehnya selalu ramai pada akhir pekan. Nah wisatawan seperti ini yang akan dilarang masuk ke kota Bandung, padahal mereka justru mau buang-buang uang disini.

IMG20141006122743

Pulang dari Dusun Bamboe, saya pun mampir di Warung Sate Teh Wida, nah ini yang saya bisa terima, kami makan 1 porsi Sate Sapi, 1 porsi Sate Kambing, nasi 4 porsi, Tahu Tempe, Coca Cola, Es Teh Manis, dan ini yang mantap Kangkung Oseng, berapa kami habiskan? Hanya Rp. 135,000 saja.

Secara keseluruhan saya sangat puas dengan penginapan ini, kebersihan yang baik, gardening yang terawat sampai bunga, rumput dan pepohonan dirawat sangat baik, penerangan di sekitar penginapan pun sangat cukup, saya bisa berjalan-jalan di sekitar hotel tanpa ada blank spot, hampir semua area ter cover lampu penerangan. Udara yang sejuk tidak terlalu dingin juga menjadi nilai plus.

Apakah saya recommended tempat ini? ya sangat, untuk anda yang membawa pasangan (resmi ya bukan jadi-jadian atau pasangan belum nikah) atau anda yang membawa keluarga, sangat saya rekomendasikan.  Untuk yang membawa anak kecil saya sarankan menginap di cottage bagian bawah, karena pengalaman saya menginap di lantai atas di komplain oleh tamu yang dibawah, berisik katanya. Saya pun me respons ke resepsionis, siapa suruh menginap dibawah, namanya juga anak-anak dan kebetulan lantainya kayu, mau bagaimana lagi?

Satu lagi…. TV Satelitnya sangat buruk…. program hanya beberapa dan kualitas gambarnya pun sangat jelek, tapi its OK lah, saya disini bukan buat nonton TV kok, nikmati saja suasana yang ada. satu keburukan bisa ditutupi dengan banyak kelebihan.

8 thoughts on “The Green Forest Resort

    1. Waktu saya menginap, satu kamar double bed bisa untuk bertiga, tapi kasurnya bisa ditaruh dibawah, karena dibalik kasur ada semacam kasur tipis. Jadi bisa dipakai 6 orang dewasa. Kalo.ukuran sekitar 6 x 4 meter untuk ruang utama, 4 x 1,5 kamar mandi dan 6×1,5 buat terasnya. Kurang lebih

  1. Mas mau tanya, untuk menuju akses ke cottagenya apakah terlalu menanjak ? Krn saya berencana ingin kesna tp sedang hamil 6bulan..mau memastikan apakah aman untuk kondisi hamil. 😊.

    Mohon jawabannya.terima.kasih

  2. Mas saya mau tanya..akses menuju cottagenya terlalu menanjak tidak ya?krn saya berencana ingin ksna tetapi sedang hamil 6bulan..mau memastikan apakah aman untuk kondisi hamil.

    Terima kasih 😊

    1. Pagi Bu
      saya pastikan aman bu. Jalanan menuju kesana dari Terminal Ledeng rata-rata aspal. beberapa bagian ada lubang besar sebelah kiri jalan, jadi pelan-pelan saja bu kayak lagunya KOTAK…
      Selamat berlibur…

  3. Mas mau tanya untuk menuju ke arah Green forest lembang dari stasiun bandung itu naek angkutan umum apa ya soal.a mau coba k sana backpacker mohon info.a ya mas.. Trimakasih

  4. Mas mau tanya untuk menuju ke arah Green forest lembang dari stasiun bandung naek angkutan umum apa ya soal.a mau coba backpacker k sana mohon info.a ya mas trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s