Honda Freed PSD

freed

Setengah tahun lebih saya menggunakan mobil ini, sampai sekarang saya tidak tahu kenapa harus membeli mobil ini tujuh bulan yang lalu. Waktu itu memang ada pameran mobil di salah satu mall di Bekasi, sebenarnya saya lebih tertarik untuk membeli Ford Ecosport yang lebih gagah, atau sekalian Toyota NAV-1, tapi istri saya kelihatannya sudah terlanjur “jatuh cinta”sama mobil ini.

Secara desain, hmmmm feminim banget, lekukannya khas mobil-mobil buatan Jepang, built quality juga khas Jepang, nggak ada yang istimewa, malah kalau saya bilang harga 268 juta saat itu yang ditawarkan ke saya nggak sepadan dengan kualitas dan kesan yang saya dapat.

Saya buka kap mesin, sudah terlihat mesin SOHC khas HONDA, salesnya bilang desain Interiornya juga “mendahulukan manusia daripada mesin”. Its a Bullshit, kabin dan interior lega jelas karena dia pakai mesin SOHC yang memungkinkan kompartemen mesin lebih kecil ukurannya, lalu kabin bisa dimajukan ke depan jadi terlihat lega. Sales nya juga menjelaskan bahwa Freed juga memiliki desain Walk Trough Cabin yang memungkinkan penumpang bisa berpindah tempat duduk dengan mudah, memang benar, untuk anak-anak cocok dengan desain ini.

Si sales terus menjelaskan kelebihan mobil ini saat itu, saya terus terang nggak begitu mendengarkan omongannya, karena semua yang dia katakan sudah ada di brosur. Lagipula sebelum saya putuskan membeli saya sudah riset mendalam soal mobil ini, mulai kelemahan hingga kelebihannya.

Singkat cerita, mobilpun berpindah ke garasi rumah yang sudah sesak dengan 3 mobil lainnya, terpaksa salah satu mengalah dengan “tidur”diluar. Apa sih kesan mengendarai mobil ini selama 6-7 bulan belakangan? Here’s the review

DESAIN EKSTERIOR

Cat yang digunakan, hmmm cukup baik, malah saya suka dengan kualitas cat Honda ini, sudah 7 bulan tapi tidak banyak menurun kualitasnya. Sementara kualitas pelat bodi cukup tebal kalau dibandingkan mobil sejuta umat milik Toyota-Daihatsu atau malah milik Honda sendiri yang bikin Bengkel Resmi Honda jadi penuh sesak, yaitu Mobilio. Sayang sekali cat di bagian bumper mudah terkelupas dan saya maklum, karena 99% mobil yang beredar di Indonesia menggunakan bumper bahan plastik yang tentu saja sulit bagi cat untuk menempel kuat. Istilahnya cat hanya kosmetik, kalau mau nggak tergores ya sudah, lepas saja bumper nya.

Desainnya menarik, Feminim menurut saya, lekuknya bagus, kayaknya bagus kalau di pasang velg 17 inchi, ban agak lebar dan spoiler sideskirt tambahan. Modelnya pun terlihat aerodinamis. Bodi depannya juga disebut-sebut friendly buat pejalan kaki karena mampu meredam benturan dengan pejalan kaki, tapi nggak menjamin si pejalan kaki nggak tewas kalau tabrakan dengan mobil ini, semua tergantung pengendara dan pemakai jalan yang lain.

Apa Cat Mudah terkelupas?

Ya, jika anda menggoresnya dengan pisau atau cutter, tapi siapa yang mau melakukannya? Kecuali jika anda pengamen jalanan atau preman, tukang palak yang sedang mengancam pengendara mobil.

Bagaimana dengan Ban?

Standar, anda akan mendapat satu set ban dengan jumlah 5 seperti umumnya mobil lain, terdiri 4 ban standar dan 1 ban serep.

INTERIOR

Hmmm, ini yang menarik, desain Open Cafe yang sebenarnya saya juga nggak ngerti istilah ini, mungkin biar kedengaran keren saja…tapi istri saya menyebut papan setrikaan dan saya rasa bisa sambil setrika baju disana. Kualitas Material Dashboard nya sebelas duabelas dengan kebanyakan mobil, nggak ada yang istimewa. Penempatan Stick Transmisi juga gampang dijangkau, setir bisa di naik turunkan, sayang belum telescopic, tombol AC sudah digital, bukan lagi tombol Kompor Gas seperti milik Cici saya di Kwitang Timur. Tapi saya lebih suka yang tombol kompor, lebih klasik. Audio menggunakan JVC, nggak ada yang istimewa, kualitas Speaker nya yang berjumlah 6 buah juga nggak ada istimewa alias biasa saja.

Lapisan doortrim? Ah ini biasa, campuran fabric dan plastik, MID tersedia menginformasikan bahan bakar, jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, jarak yang bisa ditempuh sebelum isi bensin. Tampilannya menarik. AC nya dingin, double blower, sayang di bagian blower belakang hembusan AC sebelah kanan tidak begitu kencang, kalah sama mobil saya yang buatan Malaysia, Proton Exora.

Bangkunya sudah captain seat, bangku tengah bisa di maju mundurkan, bangku belakang juga cukup baik untuk diduduki orang dewasa, lutut masih bisa bergerak bebas untuk orang dengan tinggi 170cm. Sayang bagasi belakang sempit jika bangku belakang tidak dilipat ketas. Saya nggak bisa bawa orang di bagasi belakang, bahkan kalau saya ikat kaki dan tangannya sekalipun tidak akan muat di bagasi bagian belakang.Tapi untuk menaruh koper 2 buah masih cukup.

Apakah Lega?

Tentu saja kalau anda sendirian, tapi kalau anda ditumpangi 6 penumpang lain, mobil ini menjadi sangat tidak lega, malah mengesalkan karena sulit untuk bergerak bebas.

MESIN dan PERFORMA

Mesin yang dipakai sama dengan Honda Jazz, tapi jangan berharap performa nya sama dengan jazz, jauh! Tarikan awalnya agak lemot, saya menganggap mobil ini memang buat mobil keluarga yang tidak membutuhkan performa ganas. Kalau mau buat tarik-tarikan beli aja tambang atau tali rafia.

Saya ganti filter udara standar yang bahan kertas menggunakan busa yang saya buat dan bentuk sendiri, hasilnya lumayan, saya sempat dikejar Grand Livina di Cipularang begitu saja hentak pedal gas langsung mesin berubah ganas, bisa lari sampai 170kmh.

Konsumsi BBM agak boros, hanya rata-rata 1 liter untuk 9 kilometer. Pakai Premium, selama Premium belum dilarang. Kalau ke luar kota saja saya pakai Bensin V Power (Bukan Pertamax Plus, masih jarang SPBU yang jual Pertamax Plus). Kalau buat keluar kota konsumsi BBM bisa 1:11-12 km bahkan kalau konstan di Tol bisa sampai 15 km per liter.

Is It GREEN?

Pasti tidak, karena mobil saya berwarna Polished Metal Grey.

Bisa dibawa Ngebut?

Bisa, kalau anda mau, tapi sebaiknya anda membeli Honda Jazz jika orientasinya ngebut.

Mudahkah untuk Parkir?

Tergantung kemampuan dan skill anda, memang dilengkapi kamera parkir, tapi tidak menjadi anti tabrak belakang, tetap anda membutuhkan tukang parkir jika parkir di tempat yang sempit lalu beri dia tips

ABS kah?

Tentu saja, dengan mobil seharga 250 juta keatas, jika anda tidak mendapat ABS, EBD, Power Steering, Power Window dan lain sebagainya berarti anda membeli Sebuah Truk untuk Usaha Ekspedisi.

Perlindungan dari tabrakan?

Honda menyebutnya G-Con, singkatannya? Tanyakan saja ke Sales Honda, sepanjang anda tidak ditabrak sebuah Lamborghini, Kereta Api saya rasa anda akan aman beserta penumpang di dalamnya.

LIKE or DISLIKE

Like :

Desain Bodi

Power Sliding Door

Banyak tempat penyimpanan

Captain Seat

Dashboard Design

Peredaman kabin

Built quality

Dislike :

Mesin yang lemot di putaran bawah

Audio yang terlalu standar untuk mobil kelas 250 juta keatas

Bagasi sempit jika bangku belakang tidak dilipat

AUTOMATIC Transmission, Damn I Hate this.

Menurut Cici saya, mobil Freed ini ditujukan memang buat kaum perempuan, memang benar, saya setuju, bahkan istri saya langsung jatuh cinta dengan mobil ini, apalagi ada power sliding door katanya, rasanya seperti naik Alphard padahal dia belum pernah sama sekali naik mobil buatan Toyota itu. Kalau saya pernah waktu perjalanan dari Mangga Dua ke bandara pakai BIG BIRD, itu juga dibayarin sama Customer karena pengen gaya-gayaan naik Taxi Alphard katanya.

Kalau buat saya yang nggak sukai disetirin, saya enjoy menggunakan mobil ini, meski saya nggak suka mobil matic, tapi nggak mencegah saya untuk menaikkan satu kaki jika sedang menyetir.

6 thoughts on “Honda Freed PSD

  1. thanks atas sharingnya koh, jadi ada titik terang untuk membeli freed nih, karena istri saya suka, padahal enakan jaza atau HRV sekalian aja kali yach

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s