Kurikulum 2013

Bisa dibayangkan, anak saya pulang dari sekolah lalu bercerita bahwa dia diminta membuat kelompok bersama teman-temannya dan mengerjakan tugas kelompok untuk membuat BOOKLET.
Begitu temannya datang ke rumah, saya tanyakan kepada mereka “mengerti nggak yang namanya Booklet itu apa?” mereka kompak menggeleng.

Saya kaget mendengar jawaban mereka dan lebih kaget lagi begitu tahu bahwa tugas tersebut hanya 2 kelompok yang benar mengerjakan termasuk kelompok anak saya.

Dari pandangan mata awam saya, Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sangat bagus, berbasis pendidikan yang menyeluruh. Orangtua dan guru ber sinergi untuk bersama anak-anak didiknya bersama-sama “bergerak” belajar dan mengajarkan. Buat saya itulah esensi pendidikan. Dimana Orangtua juga bertanggung jawab kepada anak-anaknya bukan hanya menyerahkan kepada sekolah.

Kurikulum 2013 ini juga membuat anak saya (khususnya) terbiasa menghadapi sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan apa yang terjadi di lingkungannya. Saat sedang belajar Pengetahuan Alam misalnya, tiba-tiba bergerak ke Tematis Matematika atau malah geografis. Saya rasa menarik sebenarnya Konsep Tematik ini.

Lalu, apa sih yang membuat Kurikulum 2013 menurut saya punya kelemahan? Kasus yang dialami anak saya bisa menjadi bukti bahwa sebenarnya para Guru pun rata-rata gagap atau mengalami shock ketika masuk ke Kurikulum ini. Guru dituntut kreatif yang ekstrim. Sementara pendidikan dan pengajaran yang mereka terima mungkin tidak atau belum sampai ke arah sana.

Apakah saya dengan mudah mengajarkan Kurikulum 2013 ke anak? Jawabannya adalah YA, karena saya terbiasa dengan sesuatu yang tidak pasti dan berubah-ubah, Kurikulum ini cocok untuk saya tapi belum tentu cocok dengan anak saya atau jutaan anak-anak lainnya.

Kurikulum 2013 ini sebenarnya kaya akan muatan, murid tidak hanya dituntut untuk menguasai satu bidang, namun diharap bisa menguasai atau paling tidak mengenali bidang lain, sehingga murid mampu mengenali potensi dirinya. Namun sayang tidak didukung oleh kemampuan guru yang memadai atau kemampuan Orangtua yang meng identikkan bahwa pendidikan itu tanggungjawab sekolah, toh saya sudah membayar, sementara tugas mereka hanya mencari nafkah dan memastikan uang sekolah lancar dibayar.

Saya “muncul”bukan dari Kurikulum 2013, tapi saya menguasai beberapa bidang, seperti mekanikal engineering, politik, bisnis, olahraga, sosial budaya dan tentu saja bidang komunikasi. Namun semua saya kuasai karena memang saya menyukai bidang-bidang tersebut dan saya sangat senang membaca buku dan material lain termasuk Jurnalistik. Karena itu buat saya kurikulum 2013 sangat menyenangkan.

Masalahnya dimana?
Anda tahu kan kebiasaan pemerintah Republik ini yang suka gonta ganti sesuatu tapi akar masalahnya nggak dibenahi,lihat saja PSSI. Anda mau kurikulum 2013 sukses tapi anda tidak benahi komponen utamanya yaitu GURU. Pemerintah masih berkesan sudahlah naikkan saja gaji dan kesejahteraan guru lalu kita ganti kurikulum. Lupa bahwa guru juga manusia, punya keterbatasan seperti anak muridnya.

Lalu Kurikulum 2013 “memaksa”orangtua juga ikut terlibat? Ada benarnya tapi berapa persen orangtua yang mengerti konsep ini? Saya yakin tidak banyak. Saya juga yakin lebih banyak orangtua yang merasa “banyak duit” lalu menyerahkan semua kepada sekolah, bukan salah mereka juga toh bangsa ini juga sudah menuju ke kapitalis, segalanya diukur dengan uang.

Anak tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah? Gampang! Daftarkan saja ke Bimbingan Belajar atau Les-kan saja, beres kan? Anak murid pun semakin bingung karena mereka dan guru-gurunya seolah dijadikan bahan percobaan oleh orang-orang yang memang sudah tidak sekolah lagi.

Lalu kalau Kurikulum 2013 dihentikan di tengah jalan seperti ini? Apa bisa? Jawabannya Bisa! tapi masalahnya, saya khawatir sekolah akan beralasan lagi menarik dana kepada orangtua murid untuk pengadaan buku

Sekolah memang Mahal, tapi bukan berarti harus menghambur-hamburkan uang hanya untuk memuaskan atau memenuhi ambisi segelintir orang yang hanya ingin ambil keuntungan disana.

Selamat datang di REPUBLIK INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s