BI Checking, makhluk apa lagi itu?

Pinjam uang di Bank buat modal usaha sulitnya bukan main, lagi-lagi seorang rekan gagal hanya karena mentok di BI Checking katanya. Saya tanya ke dia kenapa? Menurut pihak Bank dia pernah terlambat membayar kartu kredit dan cicilan rumahnya.padahal dia tidak pernah tidak bayar, selalu bayar beserta denda dan bunganya, yang harusnya hal itu juga bisa jadi penilaian yang FAIR

Makhluk apa itu BI Checking, kenapa begitu perkasa dan berkuasa sampai-sampai menentukan “bersihnya” seseorang dalam hal keuangan dan menentukan “masa depannya” dalam hal pengajuan kredit

Padahal…. kalau kita telat bayar kartu kredit atau cicilan rumah, kita akan kena denda atau penalti tapi tetap saja nama kita masuk dalam BIC sebagai person yang “kurang baik” kualitas kreditnya. Sementara tidak pernah ada catatan kabur atau melarikan diri. Se-begitu hebatnya BIC hingga tidak memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memperbaiki diri.

Seandainya rekan saya tahu dia akan seperti ini sekarang, menjadi pengusaha kecil, dia pasti tidak akan yang namanya membuat kartu kredit dahulu saat menjadi karyawan yang saat itu gajinya kecil sehingga beberapa kali “terpaksa” membeli kebutuhan pokok menggunakan kartu kredit.Saat ini dia membuka warung kecil-kecilan di rumahnya. Perusahaannya dahulu tempatnya bekerja bergerak di bidang keuangan, dia keluar karena tidak mau memberi makan keluarganya dengan uang hasil bunga.

Sebagai pengguna kredit kita dituntut menjadi “malaikat” dengan cara tepat waktu bayar tagihan, bayar sesuai tagihan atau minimum tagihan. Sementara penerbit kartu kredit seenaknya mengenakan bunga, kurs tukar yang tinggi, record yang tidak on time (butuh waktu 3-4 hari ke belakang) dengan harapan bisa menambah hitungan bunga harian. Kadang bahkan hari ini kita transaksi belum tentu transaksi tersebut tercatat dalam lembar tagihan…akibatnya kita harus bayar bunga berjalan dan bea materai.

Rekan saya pun mendapat dana dari pihak lain, bukan perbankan yang hanya jargonnya saja membantu usaha kecil. Sementara saya sebagai saksi betapa gigihnya dia membangun usahanya dan betapa gigihnya dia meskipun dia bisa “menghilang” namun dia memilih untuk tetap membayar tuntas hutangnya.

Kadang…manusia selalu menghalangi manusia lainnya untuk berubah menjadi baik, mereka kadang malah cenderung menjerumuskan manusia lain untuk menjadi lebih buruk. Kadang juga mereka bersikap dan mengambil posisi sebagai penentu. Kadang manusia juga bertingkah seperti Tuhan.

Mudah-mudahan Allah melaknat semua yang terlibat dalam BIC,membuat, memproses, men-input data dan melaknat rejeki yang mereka dapat darinya, melaknat semua yang terlibat didalamnya. Biar mereka mendapatkan dunia dan isinya.

Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s