Indonesia…negeri yang ingin dibilang kaya

Indonesia memang sudah kaya dari lahir, tapi sayang sekali kekayaan itu tidak dinikmati kebanyakan rakyatnya. Minyak kita dilarikan keluar negeri, Emas, Perak, Timah sami mawon, sampai kayu saja juga sama. Siapa yang mengambilnya? Ya orang kita sendiri yang dijadikan karyawan atau pegawai, dikasih gaji agak gedean lalu mereka cari bor minyak atau barang tambang lain lalu diberikan ke bos mereka yang ternyata orang asing.

Sampai orang kita bangga banget kalo kerja di Perusahaan Asing, kenapa begitu? Karena jelas segalanya, gajinya, bonus, tunjangan dan lainnya. Kenapa dengan perusahaan milik orang Indonesia? Ya gitu deh kebanyakan Cuma mau ambil untungnya doang. Saya nih contohnya.

Tapi sayang, segala sumber daya alam tadi mulai menipis, minyak bumi contohnya, dulu sekali….sekitar ratusan tahun lalu kita di nina bobokan dengan hasil penelitian ahli-ahli perminyakan asing yang bilang kalau nusantara menyimpan cadangan minyak yang besar…saking besarnya kita kasih ke orang asing lalu kita beli lagi dari mereka dalam bentuk BBM Premium,Solar,Pertamax dan Pertamax Plus yang katanya masih impor itu.

Lalu bagaimana dengan Keindahan alam? Lihat Raja Ampat, atau Taman Laut Bunaken, atau Pantai di Lombok, nggak kalah bagus sama di negara tetangga. Tapi kenapa orang-orang kita lebih suka pergi keluar negeri? Satu…lebih keren, Luar Negeri gitu looh. Semua yang berbau luar negeri dianggap paling keren. Dua, tiket ke luar negeri jauh lebih murah. Perbandingan ya, saya ke Thailand PP berlima dengan istri dan anak hanya bayar tiket PP sekitar 5 juta, lalu airport tax yang saat itu 750ribu plus ongkos transportasi lokal, hotel, oleh-oleh, makan habislah sekitar 12 juta selama 5 hari. Melayang tuh duit ke negara sebelah, makin kaya 12 juta dia, sebaliknya Indonesia kehilangan 12 juta perak…itu Cuma dari satu keluarga, bayangkan kalau 10ribu keluarga wisata ke Luar sana.

Sementara saya pun ke Lombok, kebetulan saya ada rumah disana yang nggak pernah ditempati, Tiketnya saja berlima 9,6 juta PP itu yang termurah. Belum lagi sewa hotel, makan, oleh-oleh, wisata lokal, saya akhirnya habis sekitar 18 juta dengan asumsi menginap di hotel kelas yang sama. Tapi ya itu kalo ditanya tetangga “abis dari mana?” “Lombok” oooooo jawabannya datar aja. Tapi kalau dibilang “dari Thailand” wuihhh Orang Kayaaaaaa.

Angka tadi nggak usah dibantah, apalagi nggak lama ada orang yang baca blog ini lalu email saya bilang ah nggak segitu kok, segini segitu dll dll. Itu terserah anda, saya hanya paparkan pengalaman saya.

Indonesia ini masih dibuai anggapan jadi PNS itu uennaakk, bukan enak lagi. Bayangin ada honor kegiatan, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, gaji ke 13, renumerasi apa lagi coba? Tiap tahun naik…darimana anggarannya, dari Pajak 60% dan dari pinjaman sana sini sekian persen dan dari mana lagi yang saya nggak tau. Akhirnya apa? Kita yang bekerja ditagih sama ditjen Pajak tiap tahun suruh setor pajak, angka nya tiap tahun katanya nggak pernah memenuhi target…akhirnya dikejarlah para wajib pajak pribadi karena mereka lebih mudah ditakut-takuti untuk bayar pajak. Sampai batu akik aja katanya mau di pajakin, waduh Pemerintah kita ini kayaknya nggak boleh lihat warganya hepi, matanya melotot kalo warganya punya duit dikit.

Kalau mau kaya dan banyak uang, negara ini harus berubah. Ini kisah nyata di salah satu perusahaan BUMN (saat saya bekerja saya sering berhubungan dengan mereka) bayangin harga barang 40 juta, kita sebagai kontraktor hanya dikasih margin maksimal 10%. Jadinya harga barang 35 juta sekian. Tapi masuk ke mereka harus 60 juta, jadilah negara bayar 60 juta, kita kembalikan misalnya 20 juta ke oknum-oknum perusahaan tersebut. Siapa saja? Mulai dari Office Boy, Tukang ketik, input data, kepala tehnik, kepala proyek sampai level Manager. Sementara sebagai karyawan sih Cuma bisa gigit jari terima gaji bulanan + dipotong pajak penghasilan juga. Sementara mereka yang terima duit lebihan tadi boro-boro mau dipotong pajak, dikurangi 100 perak aja mereka protes. Catat itu baru 1 proyek dan itu baru 1 mata anggaran. Tiap tahun ada ribuan mata anggaran, itu baru di satu perusahaan. Coba itu saja dulu dibenahi, berapa triliun negara kita bisa berhemat.

Negara ini juga jadi pintar hitung-hitungan sama rakyatnya, biar nggak rugi, naikkan harga BBM, otomatis tarif PLN naik, eeeh gas ikutan naik, saya menyebut negeri ini pemerintahnya nggak beda sama pedagang Kaki Lima, kasihlah harga murah dulu, orang akan datang lagi lalu naikkan harga pelan-pelan.

Tiap tahun anggaran dinaikkan, kalau bisa dihabiskan….apa kek dibuat akhir tahun, rapat, family gathering, atau proyek yang nilainya “disesuaikan” padahal itu uang rakyat lho, kenapa nggak disimpan saja. Tante saya orang Pemerintahan dia bilang kalau dana anggaran nggak habis jadi catatan buruk buat kepala dirjen katanya. Gila kan pikiran begitu, udah sinting mereka ini. Saya yang terbiasa dengan efisiensi selalu berpikir kalau bisa bayar 100 kenapa mesti bayar 500 dan kalau ada sisa dana ya harus dikembalikan untuk dipakai tahun berikutnya, kan lumayan nggak perlu minta tambah dana tiap tahun.

Orang bilang gaji PNS itu besar, mungkin untuk golongan tertentu saja, tapi tante saya yang PNS, tadinya nggak bisa beli mobil sekarang udah bisa beli mobil lho keluaran terbaru hanya karena dia lebih rajin berangkat pagi, tiba di kantor jam 7 pulang jam 4 sore, dapat deh renumerasi yang nilainya bisa buat nyicil mobil baru. Hebat kan? bahkan yang tadinya jarang jalan-jalan sekarang tiap bulan jalan-jalan melulu kerjaannya…

Sadar nggak sih masyarakat, kalo PNS, Pejabat, Anggota DPR yang gajinya naik tiap tahun itu darimana sumbernya? Darimana lagi kalo bukan dari Pajak yang kita bayar tiap tahun, yang kita bayar untuk gaji para pejabat yang harusnya mengurusi kita, malah bikin kita sengsara dengan kebijakannya yang kadang “nggak jelas” dan bikin mumet kepala.

Sekarang ada lagi, pegawai pajak bakal dapat tunjangan yang jumlahnya lumayan gede, lalu Pemerintah akan memberi dana buat Uang Muka beli mobil buat para pejabatnya….pak presiden….anda sudah gila dan kehilangan akal sehat ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s