Drive Careful…be safe

Batas antara kematian dan kehidupan itu memang begitu tipis…tidak sampai sepersekian detik. Sensasi berkendara malam hari memang tiada duanya, apalagi jika jalanan yang dilewati begitu lurus dan mulus.

Jam menunjukkan pukul 1 dini hari, begitu tugas selesai, saya pun bergegas menaiki mobil dan segera tancap gas ke arah Jakarta…melalui Cipularang. Kondisi jalanan yang sangat lengang, dan saya menggunakan mobil yang secara tenaga sih di angka 95 Horsepower saja, dengan silinder 4 dan kapasitas 1400cc, cukup kecil.

Sesaat sebuah mobil Avanza menyalip, saya lihat di speedometer…hmmm 110km per jam. Saya kembali fokus menyetir.  Saya tidak ingat sudah kilometer berapa karena kondisi gelap dan sepi, saya pun melihat jam di dashboard, jam 1 lewat 40 menit. Saya pun melihat ke spion memastikan tidak ada mobil di belakang, ada sebuah truk yang berjalan lambat di depan saya.

Saya pun menginjak pedal gas dalam-dalam, rasanya nikmat…hanya ditemani pekat malam, AC saya matikan, jendela pun semua tertutup. Kabin yang sunyi hanya terdengar suara mesin, dan ban yang menginjak aspal plus beton. Saya pun bersiap untuk melakukan segala reaksi yang akan muncul di depan mata dan siap jika ada masalah pada mobil. Terlihat di Speedometer angka 160km/jam….

Tidak dalam hitungan menit, mungkin hanya sepersekian detik saya tiba-tiba melihat sosok sekelebat menyeberang jalan, saya pun mengerem sejadi-jadinya dengan mempertahankan posisi setir. Padahal jika tidak mengerem pun sebenarnya aman-aman saja, namun jika anda siapapun anda melihat sosok pejalan kaki yang menyeberang dari kejauhan, pasti akan melakukan respons yang sama.

Saya mencoba menghindar tapi khawatir mobil tidak menjadi stabil malah terbalik, sesaat saya membayangkan wajah orang-orang yang saya sayangi…kecepatan 160 km per jam berarti 44 meter/detik saya bergerak. Ditambah kondisi jalanan yang menurun saat itu. Saya sempat mengarahkan mobil ke kiri , tidak terasa saya pun masuk ke pinggiran jalan tol yang ditumbuhi rumput. Sempat “terbang” karena menginjak gundukan tanah akhirnya mobil pun berhenti total diluar jalan aspal/beton.

Saya pun keluar dari mobil, dan berlari ke arah belakang untuk melihat jika saja ada korban yang kaget, karena saya yakin tidak menabrak apapun saat itu.

Tidak ada siapa-siapa disana, saya pun sempat terduduk didepan mobil, melihat kerusakan yang  mungkin ada, ternyata tidak ada kerusakan yang berat, hanya sedikit lecet di bumper depan bagian bawah.  Sekitar 15 menit saya terdiam, beberapa mobil melintas cepat sambil memberi tanda lampu jauh…

Saya pun melanjutkan perjalanan, kali ini hanya sebatas 100km per jam ….

I remember someone … ask me to ride 80km/hour… to keep low profile…

Drive careful guys…. apalagi jika sedang banyak pikiran atau ngantuk. Saya mungkin tidak seberuntung tadi…next time.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s