Yamalube Supersport vs Motul 5100

Bicara Pelumas alias Oli … hmmm, nggak ada habisnya, si A bilang merk A bagus, tapi si B bilang merk A nggak begitu bagus. Pilihannya, saya coba kedua merek dengan interval penggantian sama, 500km dan menggunakan motor yang sama, gaya riding yang sama dan jarak pengukuran yang relatif sama.
Yamalube_Super_Sport_DetailMOTUL 5100

Oli yang dibandingkan : MOTUL 5100 MA2 vs YAMALUBE Supersport MA2

Kenapa? kekentalan yang sama 10W/40, spesifikasi JASO sama MA2 hanya bedanya MOTUL itu Semi  sintetis sementara Yamalube Full Sintetis, apple to apple kah? nggak juga, biar lembaga tes, media massa atau pabrikan yang mengetes itu semua, saya? cuma mengetes sesuai dengan yang publik atau pengendara motor pakai. Nggak sekelas? biar aja, kan saya yang ngetes, anda tinggal baca aja kok.

Saya juga membagi pengetesan pada beberapa ukuran yaitu : Jarak tempuh sekali pakai 10km (bolak balik kantor ke rumah PP) dan beberapa perjalanan singkat lain. Perpindahan Transmisi, Kipas Radiator nyala atau tidak.Kondisi oli setelah pakai 500km? hanya fisiknya saja dan dengan mata awam. Unit menggunakan Yamaha R15 tahun 2014

Hasilnya:

PERPINDAHAN TRANSMISI

Motul : Smooth di awal, mengingat tipe saya mengendarai motor, perpindahan gigi berlangsung sangat cepat supaya tidak ada loss power, saya membutuhkan pelumas yang mampu men-handle kebiasaan saya melakukan fast clutching. Setelah mesin agak panas perpindahan gigi tetap sama dengan saat mesin masih dingin— Yamalube : Sama saja dengan Motul, tidak ada bedanya.

TENAGA/POWER

Motul : Rasanya mesin terasa adem, dingin dan enak pada putaran menengah dan (apalagi) putaran atasnya. Power selalu mengisi. Pada saat mesin dingin juga rasanya enak. gigi 1 agak panjang napasnya. Yamalube : Pada saat mesin dingin, power agak kurang keluar, gigi 1 juga agak pendek, mesin sedikit teriak untuk minta cepat pindah ke gigi 2. Putaran atas agak sedikit tertahan powernya. ( sejak beli Juni 2014 saya belum pernah mencoba gigi 6).

KIPAS RADIATOR

Motul : Saat saya pakai pada hari terik, Kipas Radiator sama sekali tidak menyala. dan selalu tidak menyala jika pemakaian dari rumah ke kantor lalu kembali lagi dari kantor ke rumah (10km) — Yamalube : beberapa kali saya pakai saat kilometer di angka 7 atau 8 kipas radiator menyala. Bahkan sempat saya pakai 3 kilometer lalu saya parkir sekitar 10 menit, saya kembali ke rumah jarak yang sama, sampai di rumah kipas radiator menyala.

TAMPILAN FISIK Setelah 500 km

Nyaris tidak ada bedanya dengan saat dituang ke mesin saat baru. ada sedikit kotor/hitam sisa pembakaran menandakan oli bekerja sempurna.

kesimpulan….

Saya akan memilih untuk kembali menggunakan MOTUL saja.Sejak tahun 2001 saya pakai HONDA TIGER saya selalu menggunakan Oli merk ini. YAMALUBE?  dengan harga yang lebih murah, standar MA2, Class SL Full Synthetic, oli ini cukup menggoda.  MOTUL, sedikit lebih mahal tapi secara pribadi saya rasa sebanding dengan performa nya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s