Perbedaan itu baik

Saya baru saja mendengarkan ceramah jumat di mesjid. Satu hal yang saya kurang suka terkadang penceramah menyerang kepercayaan agama lain,menyerang etnis lain. Itu saya nggak begitu suka. Kalau mau berbuat seperti itu lebih baik di forum yang lebih tertutup saja.

Buat saya…anda non muslim,anda etnis tionghoa ataupun anda warga keturunan saya nggak peduli. Selama anda merupakan warga negara Republik Indonesia anda boleh saja melakukan usaha, bekerja dan tentu saja menjalankan ibadah menurut kepercayaan masing masing.

Di ceramah tadi mengajak umat muslim hanya membeli barang dan mengambil pegawai sesama muslim. Saya sih kurang setuju…karena kemampuan melakukan pekerjaan dan boleh tidak nya membeli barang kepada siapa tidak ada hubungannya dengan agama dan kepercayaan.

Saya dulu bekerja di perusahaan yang pemiliknya non muslim, bayangkan kalau dikotak kotakkan hanya karena agama..wah bisa runyam negara ini.

Menurut saya,siapapun anda, apapun ras anda,apapun agama anda selama anda berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, anda bebas melakukan apa saja sepanjang tidak melanggar hukum negara. Kecuali jika negara ini mengubah azas nya menjadi negara agama itu lain soal.  Selama anda berstatus sebagai Warga Negara Indonesia berarti anda bebas menjalankan agama,kepercayaan anda serta menjalankan pekerjaan anda dan memperoleh keuntungan selama tidak melanggar hukum dan undang-undang.

Saya pribadi memandang si penceramah sebagai sosok yang lemah, putus asa, sampai mengeluarkan isi ceramah macam itu. Bukankah Islam itu juga mengajarkan “bagiku agamaku dan bagimu agamamu”. Umat islam dan umat agama manapun bisa menjadi kuat tanpa harus menjatuhkan umat kepercayaan lain. Terkadang seseorang memandang orang lain rendah dan salah hanya karena BEDA. Padahal perbedaan itu luar biasa Indah dan yang indah-indah itu adalah sesuatu yang harus dinikmati bersama.

Banyak orang yang seiman dan sama kepercayaan tapi tidak peduli dengan sesamanya.

Sekarang isu yang berkembang Kita harus memilih pemimpin muslim,karena kalau tidak akan muncul bencana.lagi lagi ini kelihatannya bikinan atau settingan orang yang nggak kreatif, nggak punya isu lain selain isu agama…kan isu agama paling gampang digoreng lalu dibikin gosong.

Kalau saya sih nggak ada hubungannya antara kemampuan seorang pemimpin dengan agama yang ia anut. Toh kalau amanah..apapun agamanya Insya Allah baik. Yang penting dibutuhkan pemimpin yang takut kepada Tuhannya daripada pemimpin yang takut nggak populer atau takut terhadap partainya.

Bagaimana menurut anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s