My Xenia “M” 1000cc 2016

Coba lihat posting saya sebelumnya soal Daihatsu Xenia, kali ini saya kembali mencoba menulis tentang Mobil ini yang sekarang saya beli sendiri tahun 2016. Mobil ini tadinya buat saya usaha rental, tapi setelah memulai usaha, baru 3 kali di rental, ada aja orang tolol bin goblok yang mengancurkan fender kiri mobil ini, padahal baru 1 bulan saya punya mobil ini.

Langsung saya tutup usaha saya setelah 1 bulan. Nah… penasaran dengan mobil ini dan kemampuannya, saya pakai sendiri buat operasional pribadi dan kantor.

Sektor Kaki kaki

memakai velg standar 13 inch rasanya ada yang kurang .. apa ya? ooo ternyata mobil kelihatan cingkrang alias nggak proposional, bodi besar, ban kurus kayak angkot. Menggunakan Tire Calculator saya hitung ukuran yang pas, ketemulah ukuran 14 inchi, dimana kapasitas mesin 1000cc dan tenaga hanya 63HP jelas harus diperhitungkan ukuran ban yang sesuai. akhirnya saya bawa ke SUNDA BAN di Mustikajaya, beli Velg Second milik Avanza G lawas, masih bagus kondisinya, saya minta di cat ulang. lalu ban saya pakai GT Radial ECO G ukuran 185/70 R14 Baru… yang katanya punya rolling resistance rendah, menambah efisiensi bahan bakar dan usianya 15% lebih lama (itu katanya) . Saya ukur penyimpangan menggunakan GARMIN GPS, nggak terlalu jauh bedanya, kecepatan 100kmh di Speedometer, terlihat 98.5kmh di GPS.

Mesin

Mesin 1000cc EJ-VE 3 silinder?, apa yang diharapkan dari mesin ini kecuali irit…tapi ternyata nggak irit-irit amat. bobot mobil nggak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. awal mula pakai juga rasanya mesin cepat berteriak dan ndut-ndutan di RPM Bawah. saya melakukan ubahan simpel meliputi, Busi, Saringan Udara, kabel Busi

  1. Busi… Standar K16PR-U11 rasanya kurang mumpuni. saya ganti dengan Denso Iridium IK16. well semua armada saya mulai sepeda motor sampai mobil menggunakan Iridium yang katanya busi racing, tapi itu hanya istilah aja, busi iridium saya pilih karena tingkat kekerasan jauh lebih baik, lebih fokus di api pengapian dan lebih awet di pemakaian. otomatis saya harus menggunakan BBM minimal PERTAMAX/SHELL SUPER/Performance 92. Hasilnya saya mengukur dengan gigi 2 setelah lewat polisi tidur, mobil bisa “mengangkat” bodinya dengan baik. sebelumnya dengan kombinasi busi STD-Pertamax ada jeda saat injak gas awal.
  2. Saringan Udara .. saringan udara standar bahan kertas kurang mampu mengalirkan udara yang cukup. saya search di Internet. ternyata merk-merk macam SIMOTA,JFC,K&N dan lainnya harganya mahal, diatas 500ribuan. saya pun menanyakan teman yang ada di Surabaya, ia menyarankan pakai merk APEX, harganya murah cuma 160ribu. setelah pasang, ndut-ndutan di putaran bawah jauh berkurang, dan napas untuk putaran atas pun selalu ngisi.
  3. Kabel Busi … tetap standar, tapi saya pasangkan alat namanya Ferrit TDK diujung ke arah busi dan dari Koil, jadi 6 pcs saya pasangkan. Fungsi Ferrit? nah ini yang saya tahu, fungsinya agar arus listrik yang muncul dari Koil menjadi lebih stabil dan membuang noise listrik. jadi… listrik pengapian yang sampai di busi menjadi lebih optimal, nggak lari kemana-mana. Untuk mesin 1000cc yang seadanya jelas saya butuh segala sesuatunya optimal alias maksimal, dengan kata lain, nggak ada sedikitpun potensi tenaga yang hilang dari mobil ini.
  4. Oli mesin, saya ganti sejak mobil ini di tangan saya, saya pakai TOYOTA MOTOR OIL 0W/20 SN, supaya mesin lebih ringan berputar dan tentu saja meminimalkan energi yang terbuang.

Intinya adalah, saya mencoba me-maksimalkan potensi tenaga yang dimiliki mobil ini, dimulai dari Ban ECO-G yang rolling resistance nya rendah, lalu busi Iridium yang pengapiannya lebih fokus, Ferrit agar pengapian lebih linier dan stabil serta bebas noise, filter udara yang hambatannya lebih kecil dan bisa dicuci kalau kotor, sampai pelumas yang encer dan energy conserving. Apakah ini bikin Xenia saya lebih kencang? nggak juga, mindset orang adalah, ganti ini itu mobil jadi kencang, ah itu mah mindset kuno, konvensional. ada yang cerita “ah xenia saya bisa lari 140 nggak diapa-apain” monggo, silakan aja, toh mobil sampeyan, kalo mau ngebut ya jangan di jalanan umum, kalo berani dan punya nyali ya di sirkuit resmi bro.

Efeknya apa? Mobil jadi lebih “diam” dan tenang, lebih tepat kalau dibilang mobil lebih jinak. enak buat putaran bawah dan menengah. sampai lari berapa? saya coba di Cipali sih maksimum di 130kmh, dengan kondisi saat itu berpenumpang 3 orang, AC menyala. saat ke Tasik berisi penumpang penuh pun saya masih bisa lari 120kmh, AC mati, malam hari dan saya tidak menginjak pedal gas dalam dalam apalagi sampai mentok. Tapi itu sudah jauh lebih baik dari kondisi standar pabrik. Konsumsi BBM? terbaik adalah 1 liter 16km saat saya ke Cirebon PP, 412km saya mengisi 25 liter Pertamax.

Pilihan di tangan anda…mobil Xenia 1000cc cukup baik dipakai harian dan tangguh juga dipakai kerja, AC Nyala mobil jadi berat? nggak juga, itu tergantung keahlian anda bawa mobil, jangan mobil disalahkan. Mesin DOHC 12V 3 silinder Xenia memang punya kelemahan yaitu getaran dan tingginya RPM, tapi kelebihannya juga banyak kok, silakan lihat kelebihannya saja, maksimalkan kelebihannya, minimalkan kelemahannya.

Enjoy your Xenia 1000

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s