Daihatsu Xenia 1000cc

Coba lihat posting saya sebelumnya soal Daihatsu Xenia, kali ini saya kembali mencoba menulis tentang Mobil ini yang sekarang saya beli sendiri tahun 2016. Mobil ini tadinya buat saya usaha rental, tapi setelah memulai usaha, baru 3 kali di rental, ada aja orang tolol bin goblok yang mengancurkan fender kiri mobil ini, padahal baru 1 bulan saya punya mobil ini.

Langsung saya tutup usaha saya setelah 1 bulan. Nah… penasaran dengan mobil ini dan kemampuannya, saya pakai sendiri buat operasional pribadi dan kantor.

Ayah saya (alhamrhum) pernah bilang, mobil itu punya jiwa, jika kita memperlakukan mereka dengan baik, mereka akan memperlakukan kembali kita dengan baik. itu sebabnya saya selalu melakukan ritual “berbicara” dengan mobil atau motor saya saat akan melakukan perjalanan baik jauh atau pun dekat. Ayah saya berbeda prinsip dengan saya, dimana beliau lebih beraliran “kanan” yaitu serba standar, bahkan aksesoris yang menempel harus standar, setelan mesin standar, oli dan parts yang dipakai harus standar, bahkan beliau sangat memuja bengkel resmi.

sementara saya, saya setuju aksesoris harus standar tapi ya okelah jika dapat aksesoris non standar tapi kualitas baik. kalau spare parts emang harus dong yang OEM. Satu hal yang berbeda dengan beliau adalah saya cenderung menyukai setting berbeda dalam mobil saya. dan settingan itu harus saya sendiri yang melakukan, bukan bengkel apalagi bengkel resmi yang dikit-dikit nggak boleh.

Kebiasaan saya adalah membeli mobil kelas “tanggung” kenapa? contoh Xenia 1000cc saja, serba terbatas, tenaga kecil jumlah silinder juga ganjil tapi itulah seninya bagaimana kita terus berpikir agar performa paling tidak menyulitkan mobil cc 1300 atau 1500. Kalau mau gampang sih beli aja yang 1300-1500cc tapi itu dia, nggak ada challenge nya. mesin 1000cc 3 silinder buat saya unik, raungan mesinnya khas dan feeling berkendaranya juga mirip dengan sepeda motor, lincah, torsi padat. Irit? No!

Ini contoh perubahan yang saya lakukan kepada Xenia 1000cc saya:

Sektor Kaki kaki

Memakai velg standar 13 inch rasanya ada yang kurang .. apa ya? ooo ternyata mobil kelihatan cingkrang alias nggak proposional, bodi besar, ban kurus kayak angkot. Menggunakan Tire Calculator saya hitung ukuran yang pas, ketemulah ukuran 14 inchi, dimana kapasitas mesin 1000cc dan tenaga hanya 63HP jelas harus diperhitungkan ukuran ban yang sesuai. akhirnya saya bawa ke SUNDA BAN di Mustikajaya, beli Velg Second milik Avanza G lawas, masih bagus kondisinya, saya minta di cat ulang. lalu ban saya pakai GT Radial ECO G ukuran 185/70 R14 Baru… yang katanya punya rolling resistance rendah, menambah efisiensi bahan bakar dan usianya 15% lebih lama (itu katanya) . Saya ukur penyimpangan menggunakan GARMIN GPS, nggak terlalu jauh bedanya, kecepatan 100kmh di Speedometer, terlihat 98.5kmh di GPS.

Mesin

Mesin 1000cc EJ-VE 3 silinder?, apa yang diharapkan dari mesin ini kecuali irit…tapi ternyata nggak irit-irit amat. bobot mobil nggak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. awal mula pakai juga rasanya mesin cepat berteriak dan ndut-ndutan di RPM Bawah. saya melakukan ubahan simpel meliputi, Busi, Saringan Udara, kabel Busi

  1. Busi… Standar K16PR-U11 rasanya kurang mumpuni. saya ganti dengan Denso Iridium IK16. well semua armada saya mulai sepeda motor sampai mobil menggunakan Iridium yang katanya busi racing, tapi itu hanya istilah aja, busi iridium saya pilih karena tingkat kekerasan jauh lebih baik, lebih fokus di api pengapian dan lebih awet di pemakaian. otomatis saya harus menggunakan BBM minimal PERTAMAX/SHELL SUPER/Performance 92. Hasilnya saya mengukur dengan gigi 2 setelah lewat polisi tidur, mobil bisa “mengangkat” bodinya dengan baik. sebelumnya dengan kombinasi busi STD-Pertamax ada jeda saat injak gas awal.
  2. Saringan Udara .. saringan udara standar bahan kertas kurang mampu mengalirkan udara yang cukup. saya search di Internet. ternyata merk-merk macam SIMOTA,JFC,K&N dan lainnya harganya mahal, diatas 500ribuan. saya pun menanyakan teman yang ada di Surabaya, ia menyarankan pakai merk APEX, harganya murah cuma 160ribu. setelah pasang, ndut-ndutan di putaran bawah jauh berkurang, dan napas untuk putaran atas pun selalu ngisi.
  3. Kabel Busi … tetap standar, tapi saya pasangkan alat namanya Ferrit TDK diujung ke arah busi dan dari Koil, jadi 6 pcs saya pasangkan. Fungsi Ferrit? nah ini yang saya tahu, fungsinya agar arus listrik yang muncul dari Koil menjadi lebih stabil dan membuang noise listrik. jadi… listrik pengapian yang sampai di busi menjadi lebih optimal, nggak lari kemana-mana. Untuk mesin 1000cc yang seadanya jelas saya butuh segala sesuatunya optimal alias maksimal, dengan kata lain, nggak ada sedikitpun potensi tenaga yang hilang dari mobil ini.
  4. Oli mesin, saya ganti sejak mobil ini di tangan saya, saya pakai TOYOTA MOTOR OIL 0W/20 SN, supaya mesin lebih ringan berputar dan tentu saja meminimalkan energi yang terbuang.
  5. Tambahan (Update) – Cyclone…saya pasang cyclone milik sepeda motor di lubang yang mengarah ke Throttle Body dari Saringan udara
  6. Turbin – hmmm supaya tarikan awal enak, dan saat ngebut juga asupan udara mencukupi, saya pasang Kipas Turbin di ujung moncong filter udara. Kondisi belalai filter udara mobil ini tidak ideal alias panjang, sehingga udara yang masuk berbelok-belok dan ibarat sungai, kepadatan udara menjadi berkurang (itu teori saya lho) jadinya saya pasang kipas di moncong supaya setiap pedal gas diinjak, kipas berputar dan menambah debit udara ke mesin untuk di putar oleh cylcone.
  7. Vortex Generator , sadar bahwa mobil ini tidak streamline karena desain grille radiator yang besar, saya pasang Vortex Generator agar angin yang melewati bodi mobil lebih streamline dan lebih lurus serta jinak. jika angin yang lewat mobil itu berputar di belakang mobil akan muncul efek tarikan (drag) jadinya harus dibuat agar angin yang lewat bisa lurus dan tidak berputar. efeknya? mobil terasa diam pada kecepatan diatas 100km.h dan makin enak saat melakukan Slip streaming
  8. Grounding Cable….modal 85ribu pasang sendiri ground cable yang dihubungkan ke Bodi Kanan, Bodi Kiri, Alternator, Throttle Body, dan Blok Mesin. Hasilnya? kompartemen mesin jadi sedikit lebih “meriah”

Intinya adalah, saya mencoba me-maksimalkan potensi tenaga yang dimiliki mobil ini, dimulai dari Ban ECO-G yang rolling resistance nya rendah, lalu busi Iridium yang pengapiannya lebih fokus, Ferrit agar pengapian lebih linier dan stabil serta bebas noise, filter udara yang hambatannya lebih kecil dan bisa dicuci kalau kotor, sampai pelumas yang encer dan energy conserving. Apakah ini bikin Xenia saya lebih kencang? nggak juga, mindset orang adalah, ganti ini itu mobil jadi kencang, ah itu mah mindset kuno, konvensional. ada yang cerita “ah xenia saya bisa lari 140 nggak diapa-apain” monggo, silakan aja, toh mobil sampeyan, kalo mau ngebut ya jangan di jalanan umum, kalo berani dan punya nyali ya di sirkuit resmi bro.

Efeknya apa? Mobil jadi lebih “diam” dan tenang, lebih tepat kalau dibilang mobil lebih jinak. enak buat putaran bawah dan menengah. sampai lari berapa? saya coba di Cipali sih maksimum di 130kmh, dengan kondisi saat itu berpenumpang 3 orang, AC menyala. saat ke Tasik berisi penumpang penuh pun saya masih bisa lari 120kmh, AC mati, malam hari dan saya tidak menginjak pedal gas dalam dalam apalagi sampai mentok. Tapi itu sudah jauh lebih baik dari kondisi standar pabrik. Konsumsi BBM? terbaik adalah 1 liter 16km saat saya ke Cirebon PP, 412km saya mengisi 25 liter Pertamax.

Test terakhir : 150km/jam di TOL JORR arah Pelabuhan – kondisi dengan AC (140Km/Jam) tanpa AC (150km/jam) penumpang 1 orang + driver. BBM PREMIUM + PERTALITE (20 JUNI 2017)

Pilihan di tangan anda…mobil Xenia 1000cc cukup baik dipakai harian dan tangguh juga dipakai kerja, AC Nyala mobil jadi berat? nggak juga, itu tergantung keahlian anda bawa mobil, jangan mobil disalahkan. Mesin DOHC 12V 3 silinder Xenia memang punya kelemahan yaitu getaran dan tingginya RPM, tapi kelebihannya juga banyak kok, silakan lihat kelebihannya saja, maksimalkan kelebihannya, minimalkan kelemahannya.

Enjoy your Xenia 1000

 

 

Iklan

4 thoughts on “Daihatsu Xenia 1000cc

  1. Terimakasih bang syrannya saya pengen cobain ke xenia 1000 kalo Abang ada no wa tolong bagi ya bang saya pngen ngbrol2 langsung sama Abang. 082176663393 ini wa saya bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s