Harga pembanding Bea Cukai

Tulisan ini mungkin salah tapi pertanyaan saya setiap kirim impor sampai disini selalu ada kata kata Bea Cukai akan melakukan perbandingan harga dengan yang dimiliki…atau dengan kata lain harga yang dicantum pengirim akan di cross check wajar atau nggak.

Beres? Tidak begitu aja bro… kami pedagang akan mencari harga modal semurah murahnya. Shipper di China misalnya mereka selalu memberi harga lebih rendah…kabarnya supaya mereka bayar pajak juga lebih murah..beda dengan Eropa atau amerika serikat yang mencantumkan harga As Is alias apa adanya.

Masalahnya..harga berapapun akan pasti selalu “dicurigai”… padahal harga barang di cina keterlaluan murahnya… contoh..sebuah meteran digital bisa dijual 1juta lebih…sementara saya bisa beli hanya 13 usd… gila kan.. atau thermometer wireless untuk suhu tubuh, disini bisa 1.5juta..saya bisa beli 17usd.

Ngga heran banyak barang aneh aneh dirumah…mulai thermometer digital, tire pressure monitor…keyboard laser dll yang saya beli satuan karena saking murahnya di cina.

Kadang di BC harga harga itu dicurigai…saya pernah ditanya kenapa harga tester baterai truk hanya 30usd..mereka lihat barangnya besar jadi dianggap ini pasti mahal. Saya jawab begini :

Bodi nya besar karena ada komponen motherboard yang juga besar serta tempat baterai 4 biji. Ada plug juga buat tes… kenapa 30usd? Memang harusnya berapa? Toh battery tester yang bisa deteksi macam macam saja harganya cuma 150ribu. Ini cuma tes baterai dan ground bisa 450ribu..wajar lah..daripada bikin sendiri.

Ujung2nya dianggap harga jauh diatas itu..ya saya bilang “sita aja deh, beli 450rb masa’ kena pajak 1.5juta, mending saya beli lagi kirim Black Market lewat singapore” ujung ujungnya penerimaan negara hilang..

Ah whatever lah

Iklan

Tire Pressure Monitoring System

Alat ini simpel, ukuran kecil tapi buat saya sangat berguna memantau kondisi tekanan angin di ban dan temperature ban juga. Bisa juga memberi warning jika ban terlalu sedikit/banyak tekanan udara dan suhunya.

Saya pasang buat di mobil dan ada juga buat di motor saya. Apalagi saya sering keluar kota lewat Tol…alat ini sangat membantu mengawasi kondisi ban.

Harganya? Ngga terlalu mahal lah. Sekalian bisa bergaya ala mobil premium. O iya untuk di mobil pakai solar cell, jadi ngga perlu kabel buat nge charge cukup taruh di atas dashboard..kalo di motor karena jarang pakai saya nge charge pakai power bank saja…

Enjoy

Menambah Galak Vario 150

Ada keluarga baru dirumah, siapa lagi kalau bukan AEROX 155VVA, artinya Honda Vario 150 yang selama ini dibiarkan standar abis, saatnya sedikit di modifikasi. Ringan saja sekedar buat wara wiri ke Gudang dan transportasi harian menembus macetnya Bekasi yang bikin kesel (ternyata banyak yang berubah)

Setelah bosan dengan Xenia 1000cc yang rasanya sudah males ngurusin, atau selesai dengan project SUPRA FIT yang ancur-ancuran dibikin rapi lagi selesai. Nemu bahan baru yaitu Vario 150.

Sebenarnya motor ini cukup bagus baik power maupun tarikan awal, Cuma saya merasa kurang enteng saja tarikan awalnya. Kalau speed yang selama ini saya capai paling Cuma 80-90km per jam maksimal, maklum tinggal di kompleks perumahan. Mau saya bawa ke kota lain juga tanggung, cuma stay sebentar-sebentar.

Tahap awal :

BUSI : seperti biasa, busi saya ganti dengan Iridium, merk apa? Kalau saya pakai Denso yang mudah didapat, ada merk lain seperti NGK atau TDR atau apalah yang lain, tapi secara distribusi dan mudah didapat, Denso masih yang terbaik.

Ubahan busi saja membuat pengapian menjadi lebih fokus, tau dong kalau segalanya fokus hasilnya kemungkinan akan lebih baik dari pada yang angin-anginan atau sekedar besar tapi nggak sesuai tujuan.

BBM : Pengalaman saya PERTALITE masih yang terbaik. Oktan 90 saya rasa pas untuk mesin Vario 150 ini. Pakai PERTAMAX secara performa nggak ngangkat terlalu banyak juga, cuma harga yang lebih mahal.

Tahap lanjut :

Filter Udara

Karena pakai yang ber merek itu relatif mahal, saya pun mengganti filter standar dengan busa atau foam. Kebetulan dirumah ada busa berwarna hitam yang biasa saya pakai buat cuci mobil dan motor. Saya potong sesuai bentuk dan ukuran filter bawaan, lalu saya gunting kertas filter asli dan saya ganti dengan Busa. Masalah muncul saat saya pakai, tarikan jadi lambat dan terkesan berat. Lalu saya bongkar kembali, filter busa yang tebalnya 3 cm saya papas menjadi hanya 1,5cm saja. Lalu saya pasang alat namanya Velocity Stack, belalai filter udara yang kepanjangan saya potong sekitar 10cm lalu saya tempel Velocity Stack yang bentuknya mirip ujung terompet itu..berapa biayanya? Kebetulan habis tahun baru banyak sampah terompet, saya cari aja yang bahan plastik keras, saya potong lalu ditempel di depan corong belalai filter udara.

Roller

Roller standar yang katanya 15-15,5gram saya ganti dengan roller ENDURO milik SKF yang biasa dipakai SUZUKI SPIN, beratnya 12 gram. Saya ganti semua 6 buah dengan yang baru. Alhasil tarikan jadi uenteng banget.memang RPM seperti naik cepat saat di gas awal, tapi berbanding dengan tarikan awal. Ada yang bilang kecepatan puncak menjadi turun, pasti lah… tapi asumsi dan pengetahuan saya yang minim soal mesin, hitungan saya, power Vario yang mencapai …..HP dan cc mesin yang mencapai 150cc saya rasa cukup untuk mengail tenaga maksimal. Kecepatan 100km per jam sudah lebih dari cukup buat saya. Kalau mau lebih? Saya pakai motor yang lain…

Tahap Akhir

Karena tarikan lebih cepat, membuat kemampuan untuk menggapai Top Speed juga lebih singkat, tahap akhir tentu saja perangkat keamanan, seat belt, airbag, ABS…hah ngimpiii, nggak muluk-muluk, Cuma rem depan saja yang tadinya OEM milik Honda (yang hancur-hancuran hasil pengeremannya) saya ganti dengan Bendix, hasilnya SANGAT BAGUS (Ini jujur-jujuran aja, bukan ngiklan) dibanding produk OEM…sekarang pengereman lebih pakem dan singkat jarak pengeremannya….makin confident nih.

Image result for Bendix brake vario 150

Saran saya buat HONDA, bikin lah kampas rem yang lebih mumpuni, lah bertahun (2 tahun) pakai motor ini, pakai Produk Spare Part ASLI (menurut promosi lebih baik katanya – lebih baik buat siapa?) malah pegel2 jari tangan karena harus tekan rem kuat-kuat, kok malah kalah sama Supra Fit 2004 saya yang pakem banget rem nya…