NITRO OBD2 Kuning


Saya tertarik dengan alat namanya Nitro OBD2 yang katanya bisa menambah tenaga 35%. Akhirnya saya beli kebetulan saya mau ke Cirebon PP menggunakan mobil kantor yaitu Daihatsu xenia 1000cc.
Sebelumnya tangki BBM saya sisakan 1 bar lalu saya isi 200rb menggunakan Premium. Kenapa Premium? Ini saya anggap bensin paling Basic, oktan 88, tanpa banyak aditif dan sepertinya tanpa Anti Knocking. 

Impresi sebelumnya menggunakan Premium adalah TIDAK ADA YANG POSITIF kecuali harga yang lebih murah, hehehe. Pedal gas berat,tarikan juga berat, saya harus menekan pedal lebih dalam supaya mobil 1000cc bisa lari.

Saya pasang dengan mengikuti cara pasang di kemasan

1. Colok OBD Nitro 2 (kuning) ke socket OBD di bagian kanan sisi driver 

2. Nyalakan kunci ke posisi ACC lalu tusuk lubang kecil di unit OBD menggunakan jarum selama 5 detik.

3. Setelah itu diamkan selama kurang lebih 30-60detik sampai lampunya Hijau dan tidak berkedip. 

Menurut review,alat ini baru terasa saat pengendaraan 200km dimana alat ini akan melakukan adaptasi dengan ECU mesin mobil kita. 

Namun dari pemakaian kemarin, perubahan mulai dirasakan sekitar 30-40km…apa sih perubahannya?

1. Pedal gas jadi lebih responsif, tidak perlu ditekan dalam untuk menyalip mobil lain (kemungkinan Nitro ini menipu ECU seolah pedal gas sudah ditekan dalam hingga ECU membaca harus menambah debit BBM)

2. Tarikan awal menjadi lebih galak… dan jujur saja, mobil menggunakan AC sepanjang jalan tidak mengalami berat pada akselerasi atau tarikan seperti sebelumnya. 

3. Namun……setelah RPM diatas 5000, mesin terasa mulai menurun performanya..biasanya bisa 120-130kmh kini di angka 110kmh mobil sudah sulit untuk naik kecepatan lagi. (Asumsi saya karena Nitro menipu ECU tadi…jadinya pedal gas yang masih sekitar 75% diinjak dianggap telah maksimal) ditambah saya tes menggunakan Premium

Kesimpulan :

Cocok untuk pengendaraan dalam kota dan cruising dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. 

Feel berkendara menjadi lebih smooth dan tidak perlu menekan pedal gas dalam-dalam.

Untuk yang suka ngebut, saya kira alat ini kurang memberikan efek yang cukup…karena menurut saya alat ini lebih untuk menipu ECU agar mengalirkan BBm lebih banyak

Mungkin boleh dicoba menggunakan Bbm oktan 92,95 atau malah 98. 

Tapi dengan mesin 1000cc, power 63HP, menggunakan AC, isi 4 orang, BBM premium …. saya pikir alat ini cukup recommended dilihat dari harga dan hasil yang dicapai.

Next saya akan coba menggunakan BBm Pertamax dan Pertamax Turbo.

Samsung Service Center

Here is the story…

After use this phone almost 14 months, its time to replace the battery packs. So i walk to the SAMSUNG Service Center in Mega Mall Bekasi, to replace it and comes with IDR 375,747 for Battery Pack with P/N EB-BG925ABE, 2600MaH. Its not that expensive.

With INV No. 4234541818 I should wait about 1 hour so I go to bookstore, after 50minutes I get a notice at my mobile phone stated that the S6 Edge already finish.

After 10 minutes wait, I move forwards to the customer care, I receive and test it, unfortunately something happened with Back and Home Button, it didnt response… I told the staff to recheck it and YES they said something wrong happen, and they ask me to wait about 3 working days and they give me a S6 as a replacement unit (well, this is the first time since I use my first mobile phone and do servicing)

After 4 days I get a call from Samsung Service Center said that my mobile phone already done. So I go one day after and surprisingly, they replace all LCD with the new one, WOW its quite amazing, since I have a bad experience with other brand mobile phone about this condition.

What do you know, I replace a battery, I get a new LCD Screen for my S6 Edge (I have some minor scratch in it but now it’s gone) …what a cool service…


Great Job for SAMSUNG, one day repair, lots of customer care desk. No wonder I also have S7 Edge on my pocket now, J5 and Note 10.1 for my other phone and tablet.

Great appreciation,

 

Andry Irawan

Director of ALTRA

 

Pneumatic Cylinder vs Bolt and Nuts

watch closely :

ini namanya Pneumatic Cylinder, harganya murah kalo beli di cina,banyak! kalo beli di Indonesia, harganya udah berlipat-lipat.

permasalahannya adalah gimana rumusnya di dokumen impor alat ini jadi BOLTS and NUTS?, dan akhirnya barang-barang ini disita sama Bea Cukai. padahal beberapa waktu lalu saya kirim barang ini juga via Bea Cukai dan LOLOS!!!

memang negara ini ajaib, berharap dapat petugas dan pejabat yang pintar, malah jadi pintar ngakalin dan ngada-ngadain. kelakuannya ajaib bikin geleng-geleng kepala.

akhirnya bagaimana? ya bukan rahasia umum, saya beli barang yang sama, saya kirim via Singapore Door to Door dan magically…. they arrived safe and sound.

Mulanya niat saya baik, biar negara ini dapat pemasukan via Bea Masuk, PPN, PPH tapi akhirnya LOST karena (pastinya) ribuan bahkan jutaan barang bisa masuk ke Indonesia via Black Market dan hilanglah potensi pendapatan Republik ini.

Come on man, negara ini mati-matian ngejar pemasukan lewat pajak, eeeh didepan mata mereka hilang gitu aja karena “pintarnya” oknum yang menjadikan pneumatic cylinder menjadi Mur dan Baut…